Isnin, 8 Mac 2010

Bicara Si iBLiS dengan RASULULLAH S.A.W part II

Rasulullah SAW mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis: “Baiklah, jika engkau benar menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci ?”. Iblis menjawab dengan jujur: ”Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.

“Lalu siapa lagi yang paling engkau benci ?”, tanya Rasulullah SAW. “Seorang pemuda yang bertakwa, dimana ia mengabdikan dirinya hanya kepada Allah SWT”, jawab iblis.

“Siapa lagi?”, tanya Rasulullah SAW.
“Orang alim yang menjaga diri dari syubhat serta penyabar”, jawab iblis.

“Siapa lagi ?”, tanya Rasulullah SAW.
“Orang yang senantiasa membersihkan diri dari tiga kotoran (hadats besar, kecil, dan najis)”, kata iblis.

“Siapa lagi ?”, tanya Rasulullah SAW.
“Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menceritakan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya”, jawab iblis.

“Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”, tanya Rasulullah SAW. “Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar“, jelas iblis.

“Lalu siapa lagi wahai iblis ?”, tanya Rasulullah SAW.
“Orang kaya yang bersyukur”, tutur iblis.

“Lalu bagaimana kamu tahu bahawa ia bersyukur ?”, Tanya Rasulullah SAW. “Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya”, tutur iblis.

“Bagaimana keadaanmu apabila ummatku mengerjakan shalat?”, tanya Rasulullah SAW. “Wahai Muhammad, aku amat merasa gelisah dan gementar“, jawab iblis. “Mengapa kamu merasa sedemikian wahai mahluk yang terkutuk ?”, tanya Rasulullah SAW. “Sesunguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT sekali sujud, maka Allah SWT akan mengangkat baginya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka aku terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan haji, maka aku jadi gila. Apabila mereka membaca Al-Quran, maka aku akan hancur dan cair seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong aku menjadi dua”, jawab iblis.

“Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?”, tanya Rasulullah SAW.
“Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan; Dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkatan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi dikalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit”, iblis menjelaskan.

“Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ?”, tanya Rasulullah SAW. “Ia sewaktu Jahiliyah tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam”, jawab iblis.

“Bagaimana dengan Umar bin Khattab ?”,tanya Rasulullah SAW. “Demi Allah SWT, setiap kali aku bertemu dengannya, aku mesti melarikan diri darinya”, jawab iblis.

“Bagaimana dengan Utsman ?”, tanya Rasulullah SAW.
“Aku merasa malu terhadap orang yang para malaikat juga malu kepadanya”, jawab iblis.

“Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib ?”,tanya Rasulullah SAW. “Andaikan aku mampu menyelamatkan diri darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, samada dia meninggalkan aku ataupun aku yang meninggalkannya. Akan tetapi hal itu tidak pernah berlaku sama sekali”, tutur iblis.

“Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan”, tutur Rasulullah SAW.

“Tidak! dan tidak mungkin! Mana mungkin ummatmu berbahagia sedangkan aku senantiasa hidup dan tidak mati hingga sampai pada waktu yang telah ditentukan. Mana mungkin engkau merasa bahagia terhadap ummtmu, sementara aku mampu masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak dapat melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari Kiamat, sungguh aku akan menyesatkan mereka semuanya, baik yang bodoh mahupun yang alim, yang awam maupun yang mampu membaca Al-Quran, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis (Ikhlas) dan murni (Ihsan)”, tutur iblis.

“Pada pandangan kamu, siapakah hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis itu ?”, tanya Rasulullah SAW. Iblis menjawab dengan panjang lebar: ”Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum mampu mukhlis kepada Allah SWT. Apabila aku melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka aku tahu bahwa ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu aku tinggalkannya. Sesungguhnya seseorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku daripada orang-orang yang telah aku jelaskan kepadamu”.

“Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cintakan harta itu termasuk dalam dosa yang paling besar?, apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan itu adalah termasuk dalam dosa yang paling besar?, apakah engkau tidak tahu bahawa aku memiliki tujuh puluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuh puluh ribu syaitan. Diantara mereka ada yang sudah aku tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang aku tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak ada masalah, sedangkan anak-anak kecil lebih mudah aku permain-mainkan sekehendak aku. Diantara mereka juga ada yang aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang aku tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud. Mereka keluar-masuk dari ruang ke ruang yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan apa cara sekalipun. Aku ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sedangkan mereka tidak menyedari hal itu”.

“Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshish seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan doanya ia mampu menyembuhkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi aku tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang dan mati dalam keadaan kufur. Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam kitab-Nya dengan firman-Nya: ”Pujukan orang-orang munafik itu adalah seperti pujukan syaitan ketika dia berkata kepada manusia: kufurlah kamu, maka tatkala manusia itu telah kufur lalu ia berkata, “sesungguhnya aku berlepas tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam”. (QS.Al-Hasyr:16).

“Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari aku, aku adalah yang berbohong buat pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku Barangsiapa bersumpah atas nama Allah dengan sumpah bohong maka ia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa aku pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa atas nama Allah?. “Bahawa demi Allah, aku akan memberi nasihat kepada kalian berdua”. 


bersambung....

4 Comments:

Mr Silent said...

Alhamdulillah... ya syukram :-)

EryTaleb said...

alhamdulillah.
sila ikot perkembangan dia..

crimson lady said...

Menarik cerita ni, boleh sy mintak permission utk copy drpd part 1-4?

EryTaleb said...

silakan..sama kita sebarkan...